Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Klasemen L.Italia Klasemen L.Inggris Jadwal Liga Italia Jadwal Liga Inggris
Resto Enak di Jakarta Resto Romantis di Jkt Hokben Delivery Bakmi GM Delivery PHD - Pizza Hut
Thursday, October 14, 2010 | 8:05 PM | 1 Comments

Kenapa di Salatiga Tidak ada Formasi CPNS Guru?

Berita Salatiga - Hari ini membaca surat kabar pemberitaan CPNS di Salatiga, bahwa pelaksanaan CPNS Salatiga tahun ini berbeda dengan tahun lalu sebelumnya.. Ujian CPNS kali ini hanya akan berlangsung selama 2 hari pada hari sabtu (4/12) dan minggu (5/12). hasil tes akan di umumkan pada tanggal 23 Desember.Pada tahun ini Salatiga mendapatkan jatah 172 Formasi CPNS untuk Formasi 126 Tenaga Teknis dan 46 Tenaga Kesehatan. Pada hari Minggu akan di adakan tes psikotes sedangkan hari minggunya tes akademis.

Semua Proses rekurtmen CPNS di Salatiga sudah di atur oleh pemprov jateng, menurut  Kepada Badan Kepegawaian Daerah Salatiga (BKD)  Drs Amien Singgih, kota Salatiga hanya menerima CPNS untuk formasi tenaga teknis  dan kesehatan saja, dan tidak membuka untuk formasi guru atau tenaga kependidikan. ditanya kenapa alasannya Amien pun tidak tau kenapa.....? saya sendiri juga tidak tau kenapa, menurut hemat saya mungkin karena di Salatiga untuk tenaga kependidikan yang statusnya masih honorer masih terlalu banyak dan sempat teranulir pada pelaksanaan CPNS tahun sebelumnya, makannya untuk tahun ini sementara formasi kependidikan guru di tiadakan. bagaimana pendapat anda?

Punya info menarik tentang Salatiga? silahkan kirim ke saya. akan saya publikasikan di blog ini, agar informasi penting anda bisa terbaca oleh semua orang disalatiga. Gratis..tis......
kirim via email : azizdonk@gmail.com
Read more
Wednesday, October 13, 2010 | 11:06 AM | 2 Comments

Salatiga Saat ini




Bagi temen-temen di salatiga yang punya foto-foto eklusif di daerah salatiga atau artikel juga bisa.
dikirim ke email saya : azizdonk@gmail.com. tks atas dukungannya.

Jangan liat doank, kasih komentar yak....
Read more
Friday, April 23, 2010 | 1:25 AM | 1 Comments

Seminar Pendidikan Keagamaan

DPC Perhimpunan Al Irsyad Salatiga menggelar seminar nasional pendidikan keagamaan di Grand Wahid Hotel, minggu (25/4). Seminar terbuka untuk umum membahas mengenai cita-cita dan realita dari sudut pandang syariah, siasah, enterprenuer, dan birokat. Pembicara Ustad Yusuf Usman Baisa, KH Drs Tamam Qolany, H Dharmo Supono, dan Ir Hj Diah Sunarsasi. info hubungi : 085641185823 / 081575512061.
Read more

Korban Miras Capai 300 Orang


Salatiga Jumlah korban tewas setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan, kemarin bertambah dua sehingga total menjadi 22 orang. Sedangkan korban yang dirawat di rumah sakit (RS) sudah mencapai 300 0rang.

Dengan terus bertambahnya jumlah korban tewas dan dirawat di RT, DPRD Kota Salatiga mengusul kan agar kasus tersebut dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Demikian dikatakan Ketua DPRD Teddy Sulistio SE, setelah rakor Pemkot, DPRD, dan Muspida di ruang Wali Kota,pada kamis siang. Ditetapkannya KLB, maka semua dinas, instansi, dan kelompok masyarakat terkait, akan bersama-sama mengupayakan menghindari terulangnya kejadian seperti itu.

Berdasarkan laporan RSUD, perawatan dan pengobatan para korban menghabiskan sekitar Rp.20 juta.

Sumber : Suara merdeka
Read more
Thursday, April 15, 2010 | 4:16 AM | 1 Comments

Salatiga Jaman Dulu









Sumber : salatiga-photo-archives.blogspot.com
Read more
Sunday, April 11, 2010 | 6:25 PM | 1 Comments

Komplotan Pelaku Gendam Tertangkap


Mapolres Salatiga berhasil membekuk pelaku gendam yang selama ini meresahkan masyarakat.seperti yang diungkapkan para korbanya, pelaku merupakan orang luar jawa.hal itu terbukti karena para tersangka merupakan kelompok Palembang. Tersangka adalah Samsul Bahri (Cengkareng Jakarta), Syamsir (Jakarta), Muklis Har (Sumsel), Zamzani (Sumsel), dan Elvikar (Cengkareng.Sedangkan korbanya adalah Agus Riyanto dan Nurul Hidayah warga ungaran Kabupaten semarang.

Kapolres Salatiga AKBP Susetio Cahyadi SIK MH mengatakan, penangkapan para tersangka berawal dari kecurigaan petugas terhadap tindakan beberapa tersangka di jalan Kartini, temnpat pelaku gendam menjalankan aksinya.

petugas kemudian mencatat pelat nomor mobil Toyota Avanza yang digunaakn pelaku. Petugas terus menerus mengembangkan kasus gendam tersebut setelah korbanya melapor. "Dari pelat nomor tersebut diketahui, kendaraan tersebut merupakan mobil rental dari Banyumanik Semarang." kata Kapolres.

dari situlah petugas mampu mengembangkan kasus dan menangkap para tersangka di Hotel Safari Magelang.Berdasarkan pengakuan tersangka, awalnya mereka mendekati korban yang baru keluar dari ATM Bank Mandiri Salatiga. Saat berada di Jalan Kartini, salah satu pelaku mendatangi korban dan mengatakan, korban terkena guna-guna. untuk penyembuhan pelaku meminta uang dan ponsel korban.

setelah itu mereka membeli kembang untuk melaksanakan ritual. Seusai mendapatkan barang-barang berharga yang diinginkan, pelaku kabur. Dari tangan pelaku disita mobil Toyota Avanza, ponsel, kotak kuningan berisi batu merah, dompet , dan lainnya.

Para pelaku terancam pidana penipuan sesuai dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Kepada masyarakat diminta berhati-hati pada orang asing yang ingin menawarkan jasa yang aneh.
Read more
Thursday, April 8, 2010 | 8:23 PM | 0 Comments

Satlantas Gelar Operasi Penjual Helm

Salatiga- Sejumlah Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Salatiga mendatangi sejumlah toko tempat penjualan helm di Salatiga. Dalam rangka sosialisasi helm standar yang sesuai dengan UU lalu lintas.

Operasi dipimpin oleh Kanit Regident Satlantas Iptu I Gede Putra Astawa.Salah satu toko di jalan Moh Yamin petugas mendapatkan sejumlah helm yang dijual merupakan helm standar berlogo Standar Nasional Indonesia (SNI)."Kami menemukan beberapa helm yang merupakan stok lama, tetapi bukan merupakan helm standar. Kami telah meminta kepada pemilik toko agar tidak menjual helm nostandar itu." Kata Gede.

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Moch Effendi SH mengemukakan, secara keseluruhan ada sembilan tempat penjualan helm yang didatangin tim sosialisasi. Suara Merdeka
Read more

Eks Pertokoan Hasil Taman Pahlawan Dipertanyakan

Salatiga - Bangunan eks Pertokoan Hasil yang terletak di pertigaan Jalan Taman Pahlawan dan Jalan Jendral Sudirman dipertanyakan Panitia Khusus (Pansus) Pasaraya II DPRD Kota Salatiga.

Sebab, bangunan senilai Rp.1 Miliar itu hingga kini belum dapat ditempati pedagang. Pansus mendapat informasi, bila bangunan itu berada diatas lahan milik pemkot, tetapi masih dalam penugasaan PT Matahari Mas Sejahtera (MMS) sebagai pemilik hak guna (HGB).konsekuensinya bangunan tersebut tidak dapat dipakai begitu saja, karena harus memberikan kompensasi terlebih dahulu kepada PT MMS>

Ketua Pansus M Faturrahman SE,MM mempertanyakan dasar pembangunan eks Pertokoan Hasil tersebut. Menurutnya, bila pemkot sudah tahu bahwa tanah itu merupakan HGB orang lain, mengapa dibangun? "Kondisi ini dapat menjadi bumerang dalam penyelesaian Pasaraya II," kata Fathurrahman, kemarin. Dijelaskannya, pansus akan menyiapkan beberapa langkah dalam rangka pemanfaatan Pasaraya II.

Yakni dengan mempertemukan langsung antara PT MMS dengan Pemkot untuk mentahui kebenaran permasalahan ini.

Dua Opsi

Sementara itu, Wali Kota John Manoppo SH menjelaskan pemkot menyiapkan dua opsi oeprasionalisasi Pasaraya II di atas tanah HGB PT MMS. Pertama, dilakukan penghitungan hak dan kewajiban dengan PT MMS selaku pemegang HGB. Opsi kedua, memberikan PT MMS kesempatan lagi mencari investor baru pengguna gedung tersebut.

Pemkot menargetkan, tahun ini terealisasi pemanfaatan Pasaraya II dan relokasi pedagang di Jalan Taman Pahlawan ke beberapa lokasi yang sudah disediakan seperti eks Pertokoan Hasil dan Pasar Blauran II. "Permasalahan eks Pertokoan Hasil memang sedang dipertimbangkan termasuk mengenai status HGB. Nanti kita hitung terlebih dulu, selain itu, saat ini pansus DPRD sedang bekerja, jadi kita tunggu hasilnya lebih dulu." jelas Wali kota.Sumber : Suara Merdeka
Read more

Sejarah Kota Salatiga


Kota Salatiga, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Berada di lereng timur Gunung Merbabu, membuat kota ini berudara cukup sejuk.

Di kota ini terdapat Universitas Kristen Satya Wacana, salah satu universitas swasta ternama di Indonesia, yang pernah terkenal di tahun 80-an karena kekritisan para mahasiswa dan dosennya terhadap Pemerintah Orde Baru. Sekolah-sekolah menengah di Salatiga melalui Internet dihubungkan dalam Jaringan Pendidikan Salatiga. Adapun sekolah-sekolah menengah di Salatiga antara lain : SMA Negeri 1 Salatiga, SMA Negeri 2 Salatiga, SMA Negeri 3 Salatiga dan beberapa SMA swasta. Ada pula SMK Negeri 1 Salatiga, SMK Negeri 2 Salatiga, SMK Negeri 3 Salatiga dan beberapa SMK swasta. Di Salatiga ada 10 SMP Negeri dan beberapa SMP swasta.

Sejarah

Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkap asal-usul Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut Prasasti Plumpungan-lah yang dijadikan dasar asal-usul Kota Salatiga. Berdasarkan prasasti ini Hari Jadi Kota Salatiga dibakukan, yakni tanggal 24 Juli 750 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Kota Salatiga Nomor 15 Tahun 1995 tentang Hari Jadi Kota Salatiga.
[sunting] Prasasti Plumpungan

Prasasti Plumpungan, cikal bakal lahirnya Salatiga, tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170cm, lebar 10cm dengan garis lingkar 5 meter yang selanjutnya disebut Prasasti Plumpungan.

Berdasar prasasti di Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, maka Salatiga sudah ada sejak tahun 750 Masehi, pada waktu itu Salatiga merupakan perdikan.

Perdikan artinya suatu daerah dalam wilayah kerajaan tertentu. Daerah ini dibebaskan dari segala kewajiban pajak atau upeti karena daerah tersebut memiliki kekhususan tertentu, daerah tersebut harus digunakan sesuai dengan kekhususan yang dimiliki. Wilayah perdikan diberikan oleh Raja Bhanu meliputi Salatiga dan sekitarnya.

Menurut sejarahnya, di dalam Prasasti Plumpungan berisi ketetapan hukum, yaitu suatu ketetapan status tanah perdikan atau swantantra bagi Desa Hampra. Pada zamannya, penetapan ketentuan Prasasti Plumpungan ini merupakan peristiwa yang sangat penting, khususnya bagi masyarakat di daerah Hampra. Penetapan prasasti merupakan titik tolak berdirinya daerah Hampra secara resmi sebagai daerah perdikan atau swantantra. Desa Hampra tempat prasasti itu berada, kini masuk wilayah administrasi Kota Salatiga. Dengan demikian daerah Hampra yang diberi status sebagai daerah perdikan yang bebas pajak pada zaman pembuatan prasasti itu adalah daerah Salatiga sekarang ini.

Konon, para pakar telah memastikan bahwa penulisan Prasasti Plumpungan dilakukan oleh seorang citralekha (penulis) disertai para pendeta (resi). Raja Bhanu yang disebut-sebut dalam prasasti tersebut adalah seorang raja besar pada zamannya yang banyak memperhatikan nasib rakyatnya.

Isi Prasasti Plumpungan ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Sansekerta. Tulisannya ditatah dalam petak persegi empat bergaris ganda yang menjorok ke dalam dan keluar pada setiap sudutnya.

Dengan demikian, pemberian tanah perdikan merupakan peristiwa yang sangat istimewa dan langka, karena hanya diberikan kepada desa-desa yang benar-benar berjasa kepada raja. Untuk mengabadikan peristiwa itu maka raja menulis dalam Prasasti Plumpungan Srir Astu Swasti Prajabhyah, yang artinya: "Semoga Bahagia, Selamatlah Rakyat Sekalian". Ditulis pada hari Jumat, tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi.


Zaman kolonial

Salatiga pada masa kolonial tercatat sebagai tempat ditandatanganinya perjanjian antara Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said (kelak menjadi KGPAA Mangkunegara I) di satu pihak dan Kasunanan Surakarta dan VOC di pihak lain. Perjanjian ini menjadi dasar hukum berdirinya Kadipaten Mangkunegaran.

Pada zaman penjajahan Belanda telah cukup jelas batas dan status Kota Salatiga, berdasarkan Staatsblad 1917 No. 266 Mulai 1 Juli 1917 didirikan Stadsgemeente Salatiga yang daerahnya terdiri dari 8 desa.

Zaman kemerdekaan

Geografi

Karena dukungan faktor geografis, udara sejuk dan letak yang sangat strategis, maka Salatiga cukup dikenal keindahannya di masa penjajahan Belanda, bahkan sempat memperoleh julukan "Kota Salatiga yang Terindah di Jawa Tengah".

Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga adalah bekas stadsgemeente yang dibentuk berdasarkan Staatsblad 1929 No. 393 yang kemudian dicabut dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kecil Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Salatiga terletak di ketinggian 750-850 mdpl, dan terletak di lereng timur Gunung Merbabu yang membuat daerah Salatiga menjadi lebih sejuk. Pemandangan Gunung Ungaran, Gunung Telomoyo, dan Gunung Merbabu yang indah membuat Salatiga menjadi daerah yang indah dan spektakuler. Seluruh Wilayah Salatiga dibatasi oleh Kabupaten Semarang, antara lain di bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Pabelan, di bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Tengaran, di bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Getasan, di bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Tengaran dan Kecamatan Pabelan.

Transportasi

Salatiga memiliki dua terminal, yang bernama Tingkir yang melayani bis tujuan AKDP Jateng dan AKAP Jateng, seperti Jakarta hingga Denpasar, Bali, dan Tamansari yang melayani jalur dalam kota. Untuk transportasi massal, Salatiga memiliki angkutan dengan tujuan beberapa daerah di sekitar Salatiga.

Sumber : wikipedia
Read more
Tuesday, April 6, 2010 | 8:01 PM | 0 Comments

Pemkot Diminta Tak Beri Kompensasi pada PT MMS

Pemkot Salatiga jangan sekali-kali memberikan kompensasi Rp.20 Miliar kepad PT MMS yang memegang hak pengelolaan Pasaraya II. Permintaan ini berkaitan dengan rencana pemkot untuk pengambilalihan pengelolaan pasaraya yang terletak di Jalan Jendral Sudirman tersebut dari tangan MMS.

"Lo yang salah siapa kok sampai meminta kompensasi sebesar Rp.20 Miliar kepada Pemkot Salatiga? kata Masyarakat Madani Salatiga Drs Sri Mulyono.

Dilihat daripermasalahan yang ada sepintas yang salah adalah MMS. Sebab sejak usai dibangun sekitar tahun 1994, bangunan tersebut sama sekali tak pernah difungsikan untuk Matahari Departement Store (MDS).Padahal,kalau MDS tersebut dapat difungsikan, sudah pasti masyarakat Salatiga akan banyak mendapatkan keuntungan. Mereka yang berjualan di sekitar MDS pasti akan kecipratan rezeki dari pengunjung.

Yang terlihat sekarang ini bangunan Pasaraya II masih mangkrak. hanya bagian lantai dasarnya saja yang dipakai untuk pedagang lama. itupun pengunjungnya tidak begitu ramai. Dengan kondisi yang seperti ini, sebenernya pihak Pemkot dan Masyarakat Salatiga merasa dirugikan. Sebagai pihak yang dirugikan sudah seharusnya bisa mengklaim kepada manajemen PT MMS atas kegagalan membuka MDS di Pasaraya II.

"Jangan sebaliknya, ketika diklaim Pemkot Salatiga. MMS malah dikabarkan meminta ganti rugi Rp.20 Miliar. Jangan dibalik-balik dong logika hukumnya kata Sri Mulyono.

Untuk itu, dia mengingatkan agar DPRD jangan mau menyetujui bila pemkot menganjurkan anggaran Rp. 20 Miliar buat memenuhi permintaan PT MMS. Bila DPRD menyetujui dan wali kota memberikan permintaan tersebut, pasti akan mendapatkan tantangan dari masyarakat.

Wali Kota Salatiga John Manuel Manoppo SH, seharusnya lebih mengetahui dan memahami apa sanksinya bila pemegang hak pengelolaan lahan Pasaraya II tak memenuhi kewajibannya.sebab saat itu dia yang menjabat sebagai ketua Bappeda, ikut mengurus perjanjian antara pemkot dan PT MMS. Sumber : Suara Merdeka
Read more

Terjadi Pencurian sejumlah Kios Kelontong di Salatiga


Sungguh menyedihkan, pemilik Kio kelontong Bapak Sumarno warga jalan Osalamaliki 12 B , diketahui telah dikuras kios kelontongnya oleh kawanan pencuri, pada jum'at 2 April 2010 pagi lalu. akibatnya pemilik Kelontong yang merupakan seorang PNS itu mengalami kerugian jutaan rupiah.sehari sebelumnya Kio kelontong milik tetangganya Yati (40) juga terjadi pencurian. barang berupa sembako,rokok dan kebutuhan sehari-hari pun ikut dikuras habis oleh pencuri.
Read more
 
Copyright Berita Salatiga Hati Beriman © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.